Berbagi cerita seputar dunia sepeda
Menampilkan 9 dari total 66 post
Vittoria baru saja merilis varian bari dari Vittoria Corsa Pro, yakni ban peformance untuk roadbike, yaitu Vittoria Corsa Pro Red, yups ada warna merah untuk menggantikan warna ori di tanwallnya. Vittoria Corsa PRO Red Vittoria sendiri klaim Vittoria Corsa PRO adalah "Ban tubeless ready jalan raya paling sukses yang pernah dibuat", dan kini hadir dalam varian Merah Spanyol. Masih dengan fitur yang sama dengan varian Vittoria Corsa PRO sebelumnya. Race formula, kombinasi Graphene dan Silica TPI Cotton Racing Bead Shield, extra layer untuk protection Anti puncture belt Dengan ciri khas alur Vittoria Corsa Pro yang bergaris-garis, dan keunggulannya adalah pisa di pasang bolak balik, depan dan belakang sama, alur seperti ini sangat mudah megalirkan udara air, dan bisa belok dengan kencang dengan lebih percaya diri. Ketika Vittoria Corsa PRO Red Dipasang Di Sepeda Source: vittoria.com Tentu kita penasaran gimana jadinya jika Vittoria Corsa PRO Red ini dipasang di sepeda. Gambar diatas adalah Cervelo S5 dari tim Grand Tour, dengen warna frame merah dan rims tebal 57, sangat epik di kombinasikan dengan Vittoria Corsa PRO Red ini. Di website resminya, ban baru ini di bandrol dengan harga Euro 95.95 atau dalam Rupiah kurang lebih Rp 1.950.000,- , kita tunggu saja hardir di Indonesia dan cek berapa harga resminya. Selengkapnya: https://int.vittoria.com/products/corsa-pro-red
9 hari yang lalu
172 views
Teknologi sepeda terus berkembang pesat, terutama di bagian drivetrain yang sering jadi pusat perhatian. Salah satu inovasi yang lagi ramai dibicarakan adalah SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger). Kalau kamu sering gowes di jalanan antah berantah, mungkin pernah mengalami masalah hanger derailleur bengkok atau rusak setelah jatuh. Nah, UDH hadir untuk menyelesaikan itu semua. Dalam artikel panjang ini, kita akan bahas secara mendalam mulai dari awal mula UDH, frame dan groupset yang support, sampai kompatibilitas dengan merek seperti Shimano dan Campagnolo. Yuk, simak biar kamu bisa upgrade sepeda dengan lebih smart! Apa itu SRAM UDH dan Mengapa Penting? Image credit SRAM.com Sebelum masuk ke detail, mari kita pahami dulu apa itu UDH. Singkatnya, UDH adalah standar hanger derailleur belakang yang dirancang oleh SRAM untuk menyatukan berbagai desain hanger yang sebelumnya beragam dan proprietory (khusus per frame). Hanger ini berfungsi sebagai "pengorbanan" yang melindungi derailleur dan frame saat ada benturan. Yang unik, UDH bisa berputar ke belakang saat terkena impact besar, sehingga derailleur terhindar dari kerusakan parah. Di Indonesia, di mana jalanan sering campur antara aspal mulus dan gravel kasar, UDH ini bisa jadi game-changer. Bayangkan, gak perlu lagi cari hanger khusus yang langka dan mahal di toko sepeda lokal. Cukup beli UDH standar yang tersedia di mana-mana, harga sekitar Rp 500.000–1 juta, dan pasang langsung. Plus, UDH membuka jalan buat teknologi Full Mount, di mana derailleur dipasang langsung ke frame tanpa hanger, bikin shifting lebih presisi dan kuat. Berikut adalah diagram sederhana UDH agar lebih gampang visualisasinya: Image credit nsmb.com Awal Mula SRAM UDH: Dari Masalah Hanger Ribuan Jenis ke Solusi Universal Cerita UDH dimulai dari masalah klasik di dunia cycling. Sejak dulu, hanger derailleur adalah bagian yang mudah rusak—dia seperti "bodyguard" yang sengaja dirancang lemah agar rusak duluan daripada derailleur atau frame. Tapi, masalahnya: ada ribuan jenis hanger di pasaran! Setiap brand frame punya desain sendiri, bikin susah cari pengganti. Pernah coba beli hanger online? Bisa-bisa salah ukuran atau model, apalagi kalau frame kamu langka. SRAM melihat peluang ini dan memperkenalkan UDH pada tahun 2019, awalnya untuk sepeda gunung (MTB). Tujuannya sederhana: standarisasi hanger agar mudah diganti, murah, dan kompatibel lintas brand. Ide ini seperti "Trojan horse" yang ramah—SRAM kasih lisensi terbuka ke semua produsen frame, sehingga adopsi cepat banget. Hanya dalam beberapa tahun, ratusan model MTB sudah pakai UDH. Tahun 2021, SRAM dapat paten untuk desain direct mount derailleur, yang ternyata jadi fondasi buat UDH berkembang. Kemudian pada 2023, lahir teknologi Full Mount, di mana derailleur seperti Eagle Transmission atau RED XPLR AXS bisa dipasang langsung ke frame via interface UDH. Ini bikin koneksi lebih kuat, shifting lancar bahkan di bawah beban berat, dan hilangkan risiko hanger patah. Awalnya fokus MTB, tapi di 2024–2026, UDH mulai merambah roadbike dan gravel. Brand seperti Trek, Giant, dan Canyon ikut adopsi, karena UDH backward compatible, artinya bisa pakai derailleur lama dengan hanger UDH. Di Indonesia, ini bagus banget buat rider yang suka mix-match komponen, tanpa takut incompatibility. Cara Kerja SRAM UDH: Lebih dari Sekadar Hanger Biasa Image credit rearmechhanger.com UDH bukan hanger sembarangan. Desainnya punya diameter lebih besar untuk kestabilan, dan bisa berotasi mundur saat terbentur batu atau ranting. Ini lindungi derailleur dari damage, terutama di rute off-road. Buat roadbike, manfaatnya di shifting yang lebih akurat dan tahan lama. Untuk Full Mount, hanger dilepas, dan derailleur "clamp" langsung ke frame. Hasilnya? Koneksi super kuat, kurangi variasi antar frame, dan shifting mulus meski di tanjakan curam. Tapi ingat, Full Mount hanya work di frame yang desainnya support UDH. Frame yang Support SRAM UDH di 2026 Credit by purpledshub.com Di 2026, hampir semua frame modern MTB support UDH, dan road/gravel mulai ikut. SRAM punya tool "Bike Finder" buat cek kompatibilitas—cukup masukin model, langsung tahu. Beberapa contoh frame populer: MTB: Trek Fuel EX, Scott Scale RC, Canyon Neuron, Specialized (banyak model), Giant, Yeti SB135, Starling Cycles. Road/Gravel: Trek Checkpoint SL/ALR, Madone Gen 8, Giant Revolt, State Bicycle Co Ti All Road, Fairlight (dengan modular dropout), Moots, OPEN Cycle UP/UPPER, Van Rysel RCR. Lainnya: Banyak custom framebuilder seperti Paragon Machine Works tawarin UDH option. Di Indonesia, frame seperti Polygon atau lokal custom bisa di-upgrade kalau desainnya allow. Kalau beli frame baru, pastiin UDH-compatible biar future-proof. Groupset yang Support SRAM UDH UDH adalah "jalan masuk" buat groupset SRAM terbaru. Groupset yang fully support (terutama Full Mount): SRAM Eagle Transmission (MTB, groupset lengkap dari crank sampai cassette). SRAM RED XPLR AXS (gravel/road, 13-speed, cassette 10-46t). SRAM Force XPLR AXS dan Rival XPLR AXS (versi gravel, wider crank untuk MTB/road mix). SRAM Apex (entry-level, bisa 1x atau 2x). Groupset lama SRAM juga compatible via hanger UDH, tapi buat Full Mount, harus frame UDH. Apakah Shimano Support SRAM UDH? Ya, Shimano compatible dengan UDH! Kamu bisa pasang derailleur Shimano (seperti GRX atau Shadow-style) di frame UDH menggunakan hanger standar. Buat Shimano Direct Mount (yang tanpa B-Link), ada adapter khusus dari Wheels Manufacturing yang bikin compatible tanpa perlu link tambahan. Shimano belum punya groupset khusus UDH seperti SRAM, tapi frame UDH bisa pakai groupset Shimano full tanpa masalah. Ini bagus buat rider Indonesia yang suka campur Shimano dengan frame modern. Catatan: Kalau pakai Full Mount SRAM, gak bisa ganti ke Shimano langsung—harus pakai hanger. Apakah Campagnolo Support SRAM UDH? Sama seperti Shimano, Campagnolo juga support UDH untuk derailleur standar (non-Full Mount). Brand seperti OPEN Cycle bilang frame UDH mereka bisa pakai Campagnolo (misal Ekar) dengan hanger UDH. Buat Direct Mount Campagnolo, mungkin perlu adapter mirip Shimano, tapi secara umum compatible. Campagnolo belum adopsi Full Mount seperti SRAM, jadi lebih ke backward compatibility. Kalau kamu fans Campy, UDH gak jadi penghalang Keuntungan UDH dan Masa Depan di Dunia Cycling Keuntungan utama: Mudah ganti hanger, shifting lebih baik, tahan banting, dan future-proof buat upgrade groupset. Di 2026, UDH diprediksi jadi standar universal, bahkan di roadbike, banyak brand bilang "all new road bikes" akan pakai UDH. Kita tunggu saja pergerakan dunia sepeda kedepannya. Referensi: https://www.sram.com/en/sram/mountain/products/udh
16 hari yang lalu
235 views
Pasar sepeda balap Indonesia kembali dikejutkan dengan kehadiran Camp SR3 SI. Di saat brand lain berlomba-lomba di segmen carbon, Camp justru menghadirkan sepeda berbahan Alloy yang sudah mengantongi sertifikasi UCI Approved dan menggunakan sistem Full Internal Cable Routing.Apa saja keunggulan dan kekurangannya? Mari kita bedah secara teknis. Membedah Arti Nama: SR3 dan SI Source Image Instagram @campbikeid Sepeda ini serinya dalah Camp SR3 SI, Nama dalam sebuah seri sepeda biasanya mewakili identitas teknisnya: SR3: Merupakan kode seri Road Performance dari Camp. Angka "3" biasanya menunjukkan tier atau level spesifikasi di dalam ekosistem Camp. SI: Berbeda dengan anggapan umum, kode SI pada seri SR3 kali ini bukanlah singkatan dari System Integration, melainkan Special Indonesia. Maknanya: Ini adalah batch produksi atau varian khusus yang dirancang dan dirilis hanya untuk pasar Indonesia. Yang artinya untuk sepeda-sepeda yang di eksport oleh Camp tidak akan ada embel-embel SInya. Camp nampaknya melihat potensi besar di komunitas balap kita, sehingga mereka memberikan spesifikasi dan penamaan khusus yang mungkin tidak ditemukan di negara lain. Sertifikasi UCI Approved: Siap Balap! Salah satu nilai jual utama dari Camp SR3 SI adalah adanya logo UCI Approved. Source Image Instagram @campbikeid Standar Dunia: Artinya, geometri dan desain frame ini sudah lolos uji standar Union Cycliste Internationale (UCI). Legalitas: Bagi kamu yang ingin terjun ke ajang balap resmi (nasional maupun internasional), sepeda ini sudah sah dan legal digunakan. Mendapatkan sertifikat UCI untuk frame berbahan alloy dengan harga terjangkau adalah pencapaian yang luar biasa dari Camp. Material Alloy 6061, Full Internal Cable & Sambungan Sangat Smooth Seperti Frame Carbon Meskipun berbahan aluminium, tampilannya sangat jauh dari kesan "sepeda murah": Alloy 6061: Menggunakan material aluminium seri 6061 yang terkenal kuat namun tetap ringan. Full Internal Routing: Walaupun arti "SI" adalah Special Indonesia, secara teknis sepeda ini tetap mengadopsi sistem integrasi kabel penuh. Tidak ada kabel yang melintang di luar, memberikan estetika yang sangat bersih dan aerodinamis mirip sepeda karbon kelas atas. Smooth Welding: Sambungan las yang sangat halus membuat banyak orang sering terkecoh dan mengira ini adalah frame karbon. Spesifikasi dan Harga Camp SR3 SI Seri: Camp SR3 SI (Special Indonesia) Frame: Alloy 6061 Lightweight - UCI Approved Fork: Carbon Kabel: Full Internal Cable Routing Groupset: Sensah Empire (Varian Lokal) Harga Estimasi: Rp 8.000.000 - Rp 9.000.000 Pilihan Warna Camp SR3 SI Hal seri lainnya adalah, Camp menyediakan banyak opsi warna untuk Camp SR3 SI ini, silahkan pilih antara : White Beige Yellow Pink Red Black Kesimpulan MauGowes Hadirnya Camp SR3 SI (Special Indonesia) membuktikan bahwa pabrikan besar mulai memberikan perhatian lebih kepada kebutuhan spesifik pasar Indonesia. Dengan harga di bawah 10 juta, kamu sudah mendapatkan frame UCI Approved dengan tampilan super rapi. Ini adalah pilihan paling "legit" bagi pemula yang serius ingin menekuni hobi road bike. Postingan seputar Camp SR3 SI ini bisa di Instagram Camp Indonesia https://www.instagram.com/p/DTehSRWCVjY/?hl=en
17 hari yang lalu
244 views
Safa Brian adalah cyclist dari United States yang membuat konten bersepeda, terutama di jalur-jalur descending yang teknikal. Beliau descending dengan speed tinggi menggunakan sepedanya, dan tentu descending dengan teknik agar aman sampai tujuan. Contoh Video Descending Safa Brian Gambar diatas diambil dari adegan video terpopuler Safa Brian ketika postingan ini dibuat, bisa cek di https://www.youtube.com/watch?v=ho_lrPU7dPU&t=255s . Model pengambilan gambar dari Safa Brian adalah video POV (Point of View), bisa terpasang di chestmoutn, headmount, atau dari videografer di belakangnya yang menggunakan motor. Kualitas video yang diambil Safa Brian tidak perlu di ragukan lagi, motion blur dan bahkan beberapa video tersedia hingga 2k. Rute yang biasa diambil videonya oleh Safa Brian adalah rute descending / turunan, beliau sepertinya memang focus untuk membuat Cycling POV untuk descending, lebih tepatnya technical descending, karena melaju dengan kecepatan tinggi. Tersedia pula telemetri di video, agar kita tahu, seberapa step kemiringan jalan, speed, power yang digunakan, rute, serta beragam data sepeda lainnya. Bukan Hanya Descending di Road, Tapi Juga Gravel dan MTB Safa Brian bukan hanya membuat video Cycling Descending dengan Road Bike, beliau juga upload aktifitas descending lainnya, mulai dari Gravel Bike hingga MTB, dari solo ride hingga group ride. Safa Brian Descending dengan Roadbike Safa Brian Descending with Road Bike Selain descending di rute-rute USA, Safa Brian juga melakukan touring ke beberapa negara lain, untuk merasakan sensasi descending di beberapa rute tanjakan terkenal di dunia. Safa Brian Descending on Gravel Bike Safa Brian with Gravel Bike Sebagai negara asal lahir Gravel Bike, tentu genre sepeda ini tidak dilewatkan Safa Brian, mulai dari rute yang benar-benar Gravel, alias jalanan country road di USA, hingga gravel yang teknika, single road ala route MTB. Safa Brian Downhill Safa Brian Downhill Hingga MTB, jenis sepeda yang digunakan Safa Brian, mulai dari cross countrym, hard trail hingga all mountain, gambar di atas adalah ketika Safa Brian sedang Downhill. Safa Brian Social Media Jika tertarik dengan konten-konten Safa Brian diatas, kamu bisa cek beberapa social medianya , semua link jadi satu di Follooow https://follooow.com/influencers/safa-brian-62df263378419179983a1d9b
3 tahun yang lalu
944 views
Gebrakan menarik kembali hadir di skena cycling apparel dari hongkong. RSSC Sports, brand yang dikenal dengan etos "Ride Slow Stay Clean", baru saja meluncurkan koleksi yang pasti akan membuat para goweser generasi 90-an kegirangan. Mereka resmi merilis Power Rangers Series, sebuah koleksi jersey yang membawa kita kembali ke masa kejayaan pahlawan super masa kecil. Bagi Anda yang mencari jersey dengan karakter kuat dan desain yang anti-mainstream, koleksi ini adalah jawabannya. Mari kita bedah lebih dalam! Mengenal RSSC Sports: Ride Slow Stay Clean Berbeda dengan brand lain yang mungkin fokus pada performa balap yang kaku, RSSC Sports lahir dari kultur bersepeda yang lebih santai, stylish, dan mengutamakan komunitas. Sesuai namanya, Ride Slow Stay Clean, brand ini mempromosikan gaya hidup bersepeda yang menikmati proses, tampil rapi (clean), namun tetap memiliki kualitas teknis yang mumpuni. RSSC seringkali mengombinasikan elemen pop culture dengan cycling lifestyle, membuat produk-produk mereka selalu dinanti oleh para kolektor jersey unik di Indonesia. Varian Jersey Power Rangers: Skuad Lengkap! Dalam rilisan terbarunya, RSSC tidak tanggung-tanggung dengan menghadirkan seluruh skuad Mighty Morphin Power Rangers. Setiap jersey menggunakan pola diamond yang sangat ikonik di bagian dada, persis seperti yang kita lihat di layar kaca dulu. Berikut adalah varian yang tersedia: Red Ranger (Tyrannosaurus): Simbol pemimpin yang berani, sangat mencolok di jalan raya. Blue Ranger (Triceratops): Tampil cerdas dan elegan dengan warna biru yang tajam. Black Ranger (Mastodon): Pilihan bagi goweser yang menyukai tampilan bold dan minimalis. Yellow Ranger (Saber-Toothed Tiger): Memberikan kesan ceria dan meningkatkan keamanan karena warnanya yang high-visibility. Pink Ranger (Pterodactyl): Favorit bagi para goweser wanita (atau pria) yang ingin tampil beda dengan warna cerah. Green & White Ranger: Versi "Edisi Spesial" yang biasanya menjadi incaran utama para fans berat serial ini. Setiap jersey dirancang dengan potongan race-fit namun tetap nyaman untuk digunakan gowes santai (coffee ride). Bagian lengannya sudah menggunakan teknologi laser-cut untuk kenyamanan maksimal tanpa gesekan jahitan di ujung lengan. Detail Teknis: Estetika Bertemu Fungsi Meskipun bertema pahlawan super, RSSC tetap menjaga standar kualitasnya: Fabric: Material kain yang sangat ringan dan memiliki sirkulasi udara (breathability) yang baik. Storage: Terdapat tiga kantong belakang yang cukup dalam untuk membawa ban dalam cadangan, energy gel, hingga smartphone. Silicon Gripper: Di bagian bawah jersey terdapat karet silikon agar jersey tidak terangkat saat Anda berada dalam posisi aerodynamic. Cara Mendapatkan Koleksi RSSC Power Rangers Karena koleksi ini sangat dinanti, biasanya stoknya cepat habis. Berdasarkan informasi dari kanal resmi mereka, Anda bisa melakukan pemesanan melalui beberapa cara: Direct Linktree: Kunjungi linktr.ee/rsscsports yang tersedia di bio Instagram mereka. WhatsApp Admin: Jika ingin berkonsultasi mengenai ukuran (size chart) agar tidak salah pilih, Anda bisa langsung menghubungi admin melalui tautan WhatsApp yang tersedia di Linktree tersebut. Kesimpulan Kolaborasi RSSC Sports x Power Rangers ini bukan sekadar jersey sepeda, tapi merupakan sebuah statement. Ini tentang membawa kegembiraan masa kecil ke dalam hobi dewasa kita. Jadi, apakah Anda siap untuk berubah dan melakukan sprint layaknya seorang Ranger? Jangan lupa bagikan foto gowes Anda menggunakan jersey ini dan tag MauGowes di media sosial!
21 hari yang lalu
149 views
Untuk mendapatkan peforma yang maksimal banyak produsen part-part sepeda membuat part-part yang aero, mulai dari frame aero, handlebar aero, wheelset aero, dan kali ini bottom bracket pun ada versi aeronya, dibukan oleh Bikone, perusahaan dari Spanyol merek Spanyol yang dikenal dengan produk bottom bracket (BB) sepeda berperforma tinggi dan sensor torsinya. BSA Road Ceramic Aero UAE Bottom Bracket for Shimano Berikut adalah penampakan dari aero bottom dari Bikone. Saat ini tersedia hanya untuk varian BSA untuk Shimano. Dikembangkan bekerja sama dengan UAE Team Emirates, alat ini membantu Anda menghemat watt di setiap kayuhan pedal untuk peningkatan marginal yang lebih besar, mengubah peningkatan kecil menjadi peningkatan nyata di jalan. Beberapa yang diunggulkan dari Bikone dari bottom bracket ini antara lain: Lebih Aerodinamis Profil aerodinamis dengan permukaan cup yang sepenuhnya halus. Lekukan pemasangan tersembunyi di bagian dalam, mengurangi gangguan aliran udara dan turbulensi di sekitar area tersebut. Berat Hanya 77gram Saja Dengan desain yang benar-benar baru, Bikoni telah mengurangi bobotnya sebesar 17 gram dibandingkan dengan versi sebelumnya, dengan setiap bentuk dirancang untuk menghilangkan material yang tidak perlu. Keuntungan kecil yang ditingkatkan ke level berikutnya Dalam bersepeda performa tinggi, peningkatan kecil menciptakan perbedaan besar. Bobot lebih ringan, hambatan udara lebih rendah, gesekan lebih kecil, setiap peningkatan menambah kecepatan. Dirancang untuk mereka yang mengejar setiap keunggulan. Bottom Bracket Ini Dipakai Tadej Pogacar dari UAE Team Emirates BSA Road Ceramic Aero terbaru ini mewakili evolusi paling ambisius dari kemitraan Bikone dengan UAE Team Emirates untuk tahun 2026, dan tentu saja dipakai oleh Tadej Pogacar. Model terbaru ini mencerminkan pendekatan bersama tersebut: menyempurnakan detail, meningkatkan fungsi, dan memastikan hasil yang konsisten dari waktu ke waktu. Jika kamu tertarik, harga bottom bracket ini resminya €288.43atau sekitar Rp 5.700.000 untuk hari ini, tentu jika sampai Indonesia ada biaya extra lagi untuk mendapatkannya, bisa cek di link berikut https://www.bikone.com/producto/bsa-road-ceramic-aero-uae-bottom-bracket-for-shimano/ Tools Untuk Pemasangan Bikone BSA Road Ceramic Aero Bottom Bracket Didalam pembelian bottom bracket ini akan mendapatkan box yang mana didalamnya include part-part berikut: BSA Road Ceramic Aero UAE Bottom Bracket for Shimano Tool for Left side installation. (Internal notches) Tool for Right side installation (Regular BSA tool) Two extra seals for extra protection. Yang mana untuk tool pemasangan BB sisi kanan dan kiri terpisah. Sisi kiri menggunakan internal notches, sisi kanan menggunakan BSA tool biasa
sebulan yang lalu
250 views
Marika Nurmagita seorang cyclist yang sering memposting aktivitas sepedanya di Instagram, dan memiliki banyak follower, yang menarik adalah sepeda yang digunakan baik ketika gowes dalam kota (Jakarta) hingga mengikuti race atau event-event tempat lain menggunakan sepeda yang sama, dan beliau juga sering memecahkan KOM Strava hingga masuk podium loh dengan sepeda tersebut, jadi penasaran mari kita bahas spesifikasi sepeda yang dipakai Marika Nurmagita. Frame Cervelo R5 Disc All Black Credit by Instagram @marikxx Oh ya untuk disclamimer postigan ini dibuat Maret 2023, ada kemungkinan jika kamu baca di waktu-waktu kedepannya, sepeda yang digunakan Marika sudah berbeda dari postingan ini. Berikut adalah sepeda dari Marika, yakni dengan Frame dari Cervelo R5 Disc. Jika kita memutar history, terlihat Marika pertama kali post sepeda ini di Instagramnya pada 30 Maret 2019, yang mana hampir 4 tahun saat postingan ini dibuat, berikut postingannya. Credit by Instagram @marikxx Kamu bisa mengunjungi postingannya di link berikut https://www.instagram.com/p/BvnieZonM2i/ . Sebelumnya Marika juga menggunakan brand dari Cervelo juga, yakni Cervelo S3 Credit by Instagram @marikxx Yang mana sesungguh, Cervelo seri S lebih cocok untuk sprint, terlihat dari desainnya dengan tubing yang pipih dan besar-besar, dan seri R lebih ke climbing atau all round bike. Sepertinya pemilihan Cervelo R5 ini agar Marika lebih dinamis untuk gowes di berbagai jenis rute. Dan untuk frame yang digunakan Marika adalah Cervelo R5 disc 2019. Wheelset FFWD RYOT dan Ban Tubeless Terlihat sejak 22 Maret 2021 Marika memposting mendapatkan sponsor baru untuk wheelsetnya, yakni dari FFWD menggunakan FFWD RYOT dan masih terpakai hingga postnigan ini dibuat, dari profilenya terlihat menggunakan 50mm atau 55mm. Link sumber https://www.instagram.com/p/CMuEZJUMF-A/ . Mari kita anggap wheelset yang dipilih Marika adalah FFED RYOT 55mm, berikut harga dan spesifikasinya dari web official. Source: https://www.ffwdwheels.com/products/ryot-55 Dari setup bannya, terlihat Marika memilih menggunakan ban tubeless, less presure more comfort, mungkin karena itu juga. Disamping itu kalo nambal juga lebih gampang sih, kalo lubang kecil langsung tertambal sealant, kalo lubang besar bisa pada plug kit. Hanya saja merek dan seri ban yang digunakan kami belum bisa mengecek, karena belum menemukan foto yang zoom in ke arah sana. Groupset Ultegra Di2 R8170 Credit by Instagram @marikxx Sekarang mari kita bicara groupset, yang dipilih beliau adalah Shimano Ultegra R8070 DI2, fullset. Keunggulan dari groupset electronic adalah shiftingnya yang presisi dan cepat, kami juga suka groupset cnit-cnit seperti ini. Yups kurang lebih seperti itulah spesifikasi sepeda yang saat ini dipakai oleh Marika, untuk detail-detail lain juga kami mendapatkan infonya, akan kami update postingan ini, terimakasih.
3 tahun yang lalu
1.64K views
3 Februari 2025 kemarin, melalui postingan Istagramnya, Marika Nurmagitta merilis kerja samanya dengan Gusto Bike Indonesia, sekaligus memperkenalkan partner barunya Gusto Cobra Evo DB, mari kita check bagaimana spesifikasi sepeda baru Marika ini. Marika kerja sama dengan Gusto Bike Indonesia Disuatu jalanan di jakarta, Marika memposting aksinya dengan Gusto Cobra Evo DB, sekaligus public release kerja samanya dengan Gusto Bike Indonesia, terlihat sepeda marika gini berwarna putih, disc brake, Shimano Dura-Ace terbaru dan Rimsnya yang cukup tebal, penasaran untuk bike check lebih dekat. Terpantau juga Johny Ray memberikan komentar "Buat gowes berhari hari bisa ?", lucu banget om Johny Ray. Link postingan Instagram https://www.instagram.com/p/DFm2bFTp103/ Bike Check Gusto Cobra Evo DB Marika Nurmagitta Source: Strava Marika Nurmagitta Berikut adalah setup yang digunakan Marika ketika long ride, 2 biddon depan belakang dan tanpa ekstra tas. Gusto Cobra Evo Disc Brake Groupset; Shimano Dura Ace Di2 R9250 Whellset: Attaque 50C Carbon Wheelset Terpantau semua part masih bawaan dari Gusto Cobra Evo, hanya saja marika menambahkan 2 bottcle cage untuk bekal perjalanan. Dari segi ergonomi, sepeda ini sepertinya lebih mengarah ke Aero, untuk kencang2 di jalan raya, tapi jangan salah, Marika juga menggunakan sepeda ini untuk menanjak dan kencang, benar-benar all-rounder. Marika melakukan pengetesan menanjak di suatu gunung dengan elevation gain 1000m dengan speed kencang. Cek postingannya di https://www.instagram.com/p/DGfSGl1JcYg/?img_index=7. Keep update aja dengan instagarm @marikxx untuk tahu aksi-aksi Marika berikutnya dengan Gustonya.
8 bulan yang lalu
769 views
Bagi pengguna pedal road bike dengan sistem Shimano SPD-SL, cleat adalah komponen "habis pakai" yang paling sering diganti. Gesekan saat berjalan kaki dan proses clipping berulang kali membuat cleat aus seiring waktu. Seringkali kita dihadapkan pada dua pilihan: membeli cleat original dengan harga tinggi, atau melirik produk pihak ketiga yang jauh lebih murah namun kualitasnya meragukan. Di sinilah Strummer masuk memberikan jalan tengah melalui Cleat SPD-SL Compatible mereka. Berikut adalah ulasan mendalam mengapa produk ini layak menjadi pilihan utama untuk spare part gowes Anda. 1. Material Plastik yang Benar-benar "Stiff" Salah satu masalah utama cleat murah di pasaran adalah penggunaan bahan plastik yang terlalu lunak. Plastik yang lembek menyebabkan transfer tenaga tidak maksimal dan rasa "oblak" saat kita sedang melakukan sprint atau menanjak. Strummer menggunakan bahan plastik berkualitas tinggi yang terasa stiff (kaku). Keunggulan material ini memastikan: Transfer Tenaga Efisien: Tidak ada energi yang terbuang karena deformasi plastik saat mengayuh kuat. Daya Tahan Lebih Lama: Plastik yang kaku cenderung lebih lambat aus dibandingkan plastik lunak milik kompetitor di rentang harga yang sama. 2. Konstruksi "Properly Bonded": Tidak Gampang Lepas Banyak goweser mengeluhkan bagian karet (warna kuning atau merah) pada cleat murah seringkali lepas atau copot setelah dipakai berjalan beberapa kali. Pada produk Strummer, bagian plastiknya terlihat properly bonded atau menyatu dengan sempurna. Proses manufaktur yang presisi memastikan bagian anti-selip ini menempel kuat pada bodi cleat, sehingga Anda tetap mendapatkan traksi yang aman saat berjalan di ubin atau aspal tanpa takut bagian karetnya tertinggal di jalan. 3. Dimensi Presisi untuk Clipping yang Mantap Presisi adalah kunci dari sistem SPD-SL. Sedikit saja perbedaan dimensi akan membuat proses masuk (clip-in) atau lepas (clip-out) menjadi keras atau justru terlalu longgar. Cleat Strummer dirancang dengan dimensi yang sangat akurat terhadap standar SPD-SL. Hasilnya, bunyi "klik" yang dihasilkan saat memasang sepatu ke pedal terasa sangat solid dan meyakinkan. Tidak ada drama susah melepas sepatu di lampu merah karena dimensi yang tidak pas. 4. Jenis-jenis Cleat SPD-SL dari Streamer Ada 3 opsi dari cleat SPD-SL mirik Streamer, dan semuanya dibedakan dengan warna ada kuning, biru dan merah, persis seperti dari Shimano. Cleat Kuning Cleat jenis ini ada sisa ruang untuk pergerakan bebas ketika sudah terhubuh ke pedal, yakni 6°, memberikan pergerakan paling banyak. Cleat Biru Ruang untuk pergerakan sedang yakni 2°. Cleat Merah Menawarkan posisi tetap tanpa float untuk cleat merah, alias 0°. 5. Perbandingan dengan Kompetitor Sekelas Jika dibandingkan dengan cleat generik tanpa merek yang sering ditemukan di marketplace dengan harga serupa, Strummer unggul telak dari sisi build quality. "Seringkali kompetitor di harga yang sama menggunakan plastik yang jauh lebih lunak, sehingga cepat rusak dan terasa kurang stabil saat dikunci di pedal." Strummer menjual produk cleat mereka di harga Rp 75.000,- berlaku untuk semua tipe cleatnya , cukup ekonomis. Kita bandingan Shimano di halaman resmi menjual cleat dengan harga USD34 jika dirupiahkan saat ini menjadi +- Rp 200.000,-. Bisa cek di link berikut untuk spesidikasi lengkapnya https://strummerbikes.com/products/cleat-strummer-spd-sl-compatible , produk Strummer juga mudah di temukan di marketplace dari Tokopedia hingga Shopee.
sebulan yang lalu
232 views